Jumat, 06 Mei 2016

Alam Semesta Mengembang


"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Q.S. Adz-Dzaariyaat:47)

Pada kata "langit", yang dikatakan pada ayat Al-Qur'an ini, digunakan di banyak tempat dalam Al-Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Dengan kata lain, yang dikatakan dalam Al-Qur'an bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang", yang Alhamdulillah, para ilmuan modern masa kini membenarkan pernyataan Al-Qur'an.


Dulu, hingga awal pada abad ke-20, di dunia ilmu pengetahuan, menurut mereka pandangan satu-satunya pada umumnya bahwa alam semesta itu bersifat teta[ dan telah ada sejak dahulu kala tanpa ada asal mula atau permulaan. Akan tetapi, para peneliti, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan oleh para ilmuan dengan menggunakan teknologi modern ini, mengungkapkan bahwa sesungguhnya alam semesta itu memiliki permulaan dan ia (alam semesta) terus-menerus mengembang.

Seorang ahli fisikawan Rusia, Alexander Friendmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, awal abad ke-20 menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Hal ini kebenarannya telah dibuktikan dan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, ketika mengamati langit, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus menerus bergerak saling menjauhi. Jadi, sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak saling menjauhi satu sama lain yang, artinya bahwa alam semesta itu secara terus-menerus berkembang. Semakin lama pengamatan yang ia lakukan, pada tahun-tahun berikutnya ia mendapatkan sebuah fakta bahwa alam semesta memang terus mengembang.

http://articles-by-me.blogspot.co.id/2014/07/pengetahuan-al-quran-dalam-bidang.html

Pemisahan Langit dan Bumi


Mari kita telaah baik-baik mengenai ayat Al-Qur'an yang sudah diterjemahkan dibawah ini :

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q.S. Al-Anbiyaa:30)

Penjelasan mengenai ayat Al-Qur'an pada surat Al-Anbiyaa ayat 30 yaitu, bahwa kata "ratq" diterjemahkan (suatu yang padu), dugunakan merujuk pada dua zat yang berbeda, membentuk suatu kesatuan. Pada kalimat (Kami pisahkan antara keduanya) yaitu adalah terjemahan kata Arab "fataq" yang bermakna sesuatu yang meuncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari kata "ratq". Jadi pada ayat tersebut bahwa langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq", keduanya lalu dipisahkan "fataqa" satu sama lain.


Ketika mengingat kembali tahap awal yang dijelaskan di atas mengenai peristiwa teori Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi keseluruh materi yang ada di alam semesta, dengan kata lain segala sesuatu juga termasuk langit dan bumi pada saat itu keduanya belumlah tercipta, dan yang terkandung dalam titik tunggal masih keadaan "ratq". Titik Tunggal ini meledak sangat hebat (besar) sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk kata "fataqa" artinya (terpisah), serta dalam rangkaian peristiwa itu bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk. Jika kita bandingkan pada penjelasan ayat Al-Qur'an dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar sesuai. Dan yang lebih menarik lagi, penemuan-penemuan pada teori ini belum ditemukan sebelumnya pada abad ke-20.


http://articles-by-me.blogspot.co.id/2014/07/pengetahuan-al-quran-dalam-bidang.html

Kamis, 05 Mei 2016

Penciptaan Alam Semesta




أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Maksudnya: "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya' : 30)

Ayat ini menjelaskan mengenai dua perkara penting. Pertama, mengenai asal-usul kejadian langit dan bumi yang pada asalnya bercantum padu sebelum dipisahkan antara kedua-duanya. Kedua, dijelaskan mengenai hakikat kehidupan air adalah asas bagi segala kehidupan.

Terdapat dua perkataan dala ayat ini, Ratqa dan Fataq. Ratqa berasal dari perkataan arab rataqa yang bermaksud sew up, ditampal dan dijahit. Ia melambangkan sesuatu yang terhimpun, melekat dan menguncup. Fataq pula berasal daripada bahasa arab fataqa yang bermaksud unsew, tear apart iaitu dibuka atau dibelah. Ini melambangkan sesuatu yang terbuka dan terungkai.

Berhubung dengan ayat ini, Imam Said bin Jubair berkata, "Langit dan bumi sebelum ini melekat antara satu sama lain. Apabila langit ditinggikan dan dengan itu zahirlah bumi maka berlakulah pemisahan dan itulah yang dijelaskan oleh Allah dalm ayat ini."

Kebenaran ayat Allah ini dibuktikan melalui Teori Big Bang, teori yang menjadi pegangan umum oleh para saintis mengenai permulaan alam semesta pada hari ini. Berdasarkan laporan yang terdapat dalam laman web NASA, dalam segmen Big Bang Cosmology, kejadian alam bermula 12 hingga 14 bilion tahun dahulu. Alam pada masa itu hanya berukuran beberapa meter sahaja. Sejak dari tarikh itu, ia sudah mengembang sehingga menjadi seperti yang dilihat pada hari ini.

Mengikut teori Big Bang, alam ini pada asalnya bercantum padu kemudian berlaku suatu letupan yang kuat,sekitar 12 hingga 14 bilion tahun dahulu. Kemudian berlaku pengembangan dan penyejukan, akhirnya lahir bintang-bintang, palnet-planet, galaksi dan yang seumpamanya.

Pada tahun 1929, seorang tokoh astronomi dari Amerika, Edwin Hubble, menemui bukti-bukti kukuh yang menyokong teori Big Bang. Dengan menggunakan peralatan canggih, beliau mendapati alam ini sedang mengembang. Penemuan ini mengukuhkan lagi pendapat yang menyatakan alam ini bercantum pada asalnya diikuti dengan letupan besar, ekoran dari letupan itulah yang menyebabkan pengembangan ini.

Justeru, kenyataan Al-Quran berhubung teori permulaan alam sememangnya saintifik. Antara pakar yang kagum dengan ayat ini adalah Dr. Alfred Kroner.seorang proffesor dalam bidang sains geologi. Berhubung dengan ayat ini, beliau berkata:" Melihat asal-usul Muhammad, saya rasa hampir mustahil untuk beliau mengetahui langit dan bumi mempunyai asal-usul yang sama. Hal ini kerana ilmu mengenainya baru diketahui beberapa tahun baru-baru ini, itupun dengan menggunakan alat-alat yang canggih. Seseorang yang tidak mengetahui ilmu fizik nuklear 1400 tahun dahulu saya rasa,tidak akan mampun mengetahui tentang hal ini."

Akhirnya beliau berkata, "Apabila kita menghimpunkan kesemua kenyataan Quran berkaitan dengan bumi dna kejadiannya, dan bila kita kaitkannya dengan sains, maka kita akan menyatakan kenyataan (Al-Quran) secara dasarnya adalah benar. Hal ini dapat dibuktikan dengan kaedah pendekatan saintifik."

Sumber: Quran Saintifik, Meneroka kecemerlangan Quran Daripada Teropong Sains,  Dr. Danial Zainal Abidin
http://iffah-muhsin.blogspot.co.id/2011/02/maksudnya-dan-apakah-orang-orang-yang.html

Relativitas Waktu


Teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20 baru terbukti di Zaman ini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah dengan peralatan canggih & modern abad 20. Namun, semua ini ternyata sudah ditulis oleh Qur’an 1400 tahun yang lalu disaat zaman masih sangat kuno, bukti bahwa Qur’an bukan karangan Rasulullah Muhammad SAW, tapi memang benar firman dari Allah Pencipta Alam Semesta.


RELATIVITAS WAKTU DALAM QUR’AN




السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم. لا إله إلا الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد


Zaman ini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20.


Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas.


Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.


Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:


Qs. 22 Hajj:47 “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.”


Qs. 32 Sajdah:5 “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”


Qs. 70 Ma’aarij:4 “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”


Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:


Qs. 23 Mu’minuun:122-114 “Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.”


1 Contoh mudah: di kutub utara malam boleh berlaku selama berbulan-bulan, siang hari pun boleh berlaku berbulan-bulan. Jika kita pergi ke luar angkasa pun jauh dari planet & bintang maka tak ada hari kerana selalu siang tanpa ada malam.


Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci.


Sebaliknya, dalam alkitab tetangga, justru malah berkata sebaliknya, bahwa waktu-waktu atau masa-masa itu tetap.
Dan ditambah ada 1 ayat yg lucu dalam ayat yang bersangkutan.
Matahari belum lagi dibuat, tapi sudah ada siang & malam.
Pada hari pertama sudah ada terang & gelap, padahal matahari baru dibuat pada hari ke 4.


Kejadian 1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.


Kejadian 1:14. Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan MASA-MASA YANG TETAP dan hari-hari dan tahun-tahu
n,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.


Dari ayat ke 14 pun alkitab menerangkan jika WAKTU ITU TETAP , ini bertentangan dengan bukti ilmiah. Mungkinkah Tuhan salah ber-firman? Jelas ayat yang keliru ini telah dirubah oleh manusia karena tidak mungkin Tuhan salah berfirman. Dan ini berarti kitab tetangga itu sudah tidak suci lagi karena tercampuri tangan-tangan kotor manusia. Perlu diingat bahwa kesalahan alkitab Kristen ini tidak hanya 100 atau 200, tapi ribuan!!!


1 lagi bukti… Islam,,, TERBUKTI BENAR…
Qs.4 Nisaa’:82. MAKA APAKAH MEREKA TIDAK MEMPERHATIKAN AL-QUR’AN? KALAU SEKIRANYA AL-QURAN ITU BUKAN DARI SISI ALLAH, TENTULAH MEREKA MENDAPAT PERTENTANGAN YANG BANYAK DIDALAMNYA.


Klik pada gambar agar gambar lebih besar saat copy paste untuk disebarkan … ^_^
Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.
25 Juta Muslim menjadi Murtad Kafir antara tahun 1950-2004 berdasar 3 sumber resmi: Pemerintah Demokrasi, Pihak Islam & Pihak Kristen dengan sedikit perbedaan jumlah…

http://anggaprimadilaga.blog.com/?p=41

Rabu, 04 Mei 2016

Gugusan-gugusan bintang


Allah berfirman:
Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang” (Al-Furqan:61).
Kata (buruj/gugusan bintang) memperlihatkan kepada kita akan  keajaiban hakiki dalam Al-Quran akan fakta ilmiah yang dibanggakan oleh Barat dewasa ini dengan menyatakan bahwa mereka adalah orang yang pertama kali menemukan itu yaitu struktur kosmik.
Yang menakjubkan lagi adalah bahwa para ilmuwan Barat saat ini mulai membuat istilah-istilah baru seperti struktur kosmik, bangunan kosmik dan kain kosmik, karena mereka merasa menemukan bahwa galaksi yang banyak yang berjumlah ribuan juta dan mengisi alam semesta tidak terjadi secara acak, namun ia merupakan bangunan yang kokoh dan galaksi besar, yang panjangnya mencapai ratusan juta tahun cahaya! Karena kata (gugusan bintang) di dalamnya terdapat isyarat akan bangunan yang agung, kokoh dan besar bentuknya, dan inilah yang kita lihat sesungguhnya pada galaksi kosmik yang terdiri dari jutaan galaksi, dan masing-masing galaksi dari galaksi-galaksi tersebut terdiri dari miliaran bintang!! Karena itu renungkanlah akan keagungan Sang Pencipta dan Maha Kuasa ini.

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54

Ditaklukkannya Matahari


Para ilmuwan Sekiranya manusia memiliki kemampuan untuk mendapatkan manfaat dari seluruh energi yang dipancarkan oleh matahari selama satu detik saja, maka energi ini akan cukup untuk mensuplai energi seluruh dunia untuk jangka waktu seratus ribu tahun lamanya! Karena itu marilah kita renungkan berapa banyak energi yang dipancarkan oleh matahari dan berapa banyak kemajuan dari dihasilkan dari layanan gratis Allah untuk kita semua. Sungguh benar akan firman-Nya:
وَسَخَّرَ الشَّمْسَ
Dan Dialah Allah yang telah menaklukkan matahari”. (Ar-Ra’ad:2)
Makna dari ditaklukkan secara bahasa adalah menanggung segala beban tanpa meminta upah sedikitpun, dan inilah yang dilakukan terhadap matahari, karena itu apakah kita ingat akan nikmat Allah ini?

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54

Selasa, 03 Mei 2016

Jatuhnya Langit



Para ilmuwan menegaskan kemungkinan jatuhnya lapisan ozon ke Bumi oleh arena bebannya yang sangat berat, namun ada hukum sangat detail sekali untuk mempertahankan lapisan tersebut, dan jika undang-undang ini dirusak dan diabaikan maka mengarah pada tarikan lapisan yang terdiri dari udara dan awan yang berat  yang mencapai miliaran ton ke permukaan bumi dan berakibat pada kematian makhluk hidup untuk selamanya. Dan nikmat ini telah diingatkan oleh Al-Qur'an dalam firman Allah:
وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia”. (Al-Hajj: 65). Subhanallah..

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54

Terbelahnya Bulan


Para ilmuwan dari badan antariksa Amerika NASA baru-baru ini menemukan adanya celah pada permukaan bulan, celah dengan panjang ribuan kilometer, kemudian mereka juga menemukan berbagai keretakan secara lunar, dan tidak ada yang tahu penjelasannya sedikitpun hingga sekarang tentang fenomena ini, Namun Al-Quran menunjukkan akan hal tersebut secara terang dan gamblang,Allah SWT berfirman:
Hari kiamat telah dekat dan terpecahlah bulan” [Al-Qamar: 1], dan mungkin dapat dikatakan bahwa bagian ini dan gambarnya sebelum ilmuwan barat menegaskan bahwa ini merupakan bukti sudah dekatnya hari kiamat. Wallahu a’lam”.

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54

Senin, 02 Mei 2016

Diameter alam semesta


Allah berfirman menantang manusia dan jin:
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
Hai bangsa jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan”. (Ar-Rahman:33)
Secara Ilmiah ditetapkan bahwa tidak mungkin bagi seseorang dapat keluar dari alam semesta, karena jarak yang memisahkan kita bahwa galaksi paling jauh adalah sama dengan dua puluh ribu juta tahun cahaya, dan sekalipun manusia mampu berjalan dengan kecepatan cahaya karena ia merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta, maka tetap ia membutuhkan waktu dua puluh ribu juta tahun. Renungkanlah, apakah ada yang mampu? Fakta ilmiah ini ditetapkan Al-Qur'an sejak empat belas abad yang lalu!

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54

4 Dimensi Dalam Islam



Pernahkah anda membayangkan adanya dimensi lebih tinggi (3D) dari alam semesta ini? Adakah yang mengetahui bentuk benda 4D, 5D, ...D, 999999D dan seterusnya.. bagaimana dengan makhluk dari dimensi tingkat atas tersebut? lantas siapakah yang menciptakan Seluruh Dunia (Dimensi) itu?

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."(QS.Al An'am:103) 

Atas, bawah, kanan, kiri, depan, dan belakang. Itulah keseharian dunia yang melingkupi kita. Dunia yang dibangun berdasar asas 3 Dimensi. Ditambah dengan koordinat waktu maka genap mejadi 4+D. 

Semenjak lahir otak telah dibiasakan menangkap realitas sekitar sebagai struktur dengan tiga sumbu, x, y, dan z. Melambangkan panjang, lebar, dan kedalaman. Semenjak keluar dari rahim ibu mata kita yang memiliki 6 juta sel kerucut untuk penglihatan siang, dan 120 juta sel batang untuk penglihatan malam, terpesona hanya pada radiasi dengan panjang gelombang 397 nm sampai 723 nm. Panjang gelombang yang diidentifikasi otak sebagai cahaya tampak. Kurang atau lebih dari panjang gelombang tersebut tak ada yang terlihat, kosong. 

Padahal ultra ungu sampai sinar gamma (< 397 nm) eksis, demikian juga ultra merah sampai gelombang radio panjang (> 723). Itu pun panjang gelombang yang sangat mampu dideteksi dengan tingkat teknologi saat ini. Intinya, mudah benar mata, panca indera, otak kita melaporkan sesuatu itu tak ada. Padahal sebenarnya ada. Sebagian besar kita, atau semua orang, amat sulit membayangkan dunia dengan lebih dari tiga dimensi. 

Pada saat bersamaan, tidak mungkin pula, orang – orang terdidik menolak fakta adanya penampakan diluar panjang gelombang cahaya tampak. Bagaimana memaksa akal menangkap realita yang pancaindera tak mampu menangkapnya ? Bagaimana akal membayangkan sesuatu yang tak terjangkau oleh ide, tak ada rekaman pengalaman yang menyerupainya ? Saat ini keyakinan dunia dimensi banyak (lebih dari 3) sudah melampaui wilayah fiksi ilmiah.

Kalangan ilmuwan fisika, matematika, dan pemodelan komputer struktur kompleks telah sampai pada kesimpulan bahwa dunia berdimensi banyak itu nyata keberadaannya. Diawali oleh teori String, menjelaskan bahwa dimensi extra ada, nyatanya persamaan matematik teori superstring memerlukan semesta dengan jumlah dimensi tidak kurang dari 10 Dimensi. Meski kalangan fisikawan bekerja siang malam menjelaskan seperti apa sebenarnya dunia berdimensi 10, tetap saja terdapat kesulitan besar bagaimana memaksa pikiran sadar manusia menangkap gambarannya atau memvisualkannya. Mereka bahkan hampir pada satu kesimpulan mungkin sampai kapanpun tanpa upaya dari penghuni dimesi extra mentransfer pengalaman visual mereka atau peningkatan berlipat kemampuan panca indera, melihat alam berdimensi extra tidak mungkin terwujud. 

Berawal dari titik Satu titik sederhana dalam ruang kosong disebut Dimensi-0. dari satu titik ini dapat dibuat titik berikutnya dan jika berhubungan dan segaris membentuk garis maka didapat objek 1 dimensi. Dimensi yang memiliki gerak kanan/kiri atau atas/bawah. Jika ditambahkan garis lainnya dengan masing – masing ujung saling berhubungan, terbentuklah objek 2 dimensi. Segi empat atau bujur sangkar mewakili objek ini, dan beberapa bujur sangkar, bila masing – masing sisinya dihubungkan terbentuklah objek bujur sangkar 3 dimensi. Dengan demikian, alam dimensi lebih banyak akan punya kemampuan mendeteksi dimensi yang lebih sedikit. Sebaliknya dunia berdimensi 2D punya kesulitan melihat dimensi 3D. 2D hanya mampu menangkap sosok 3D sebagai benda yang punya panjang dan lebar, tetapi tidak dapat melihat bahkan mungkin mengerti koordinat 3D yang melambangkan kedalaman. 

Manusia yang hidup di dimensi 3D sebenarnya berkemampuan mendeteksi dunia 4D walaupun dengan cara pandang yang keliru. Sekilas panca indera dan akal kita melihatnya tetap sebagai objek 3D, sisi dimensi keempatnya luput dari pengamatan. Bagaimana membayangkan objek kubus 3D menjadi kubus 4D. Kelebihan 3D di banding 2D ialah memiliki koordinat kedalaman di samping panjang dan lebar. Kondisi ini bisa jadi sama untuk objek 4D. Ada tambahan koordinat gerak lainnya, koordiant keempat. 

Dengan membuat lembaran kubus kedua kemudian menghubungkan setiap sudut kubus tersebut maka terbentuklah objek 4D, dengan sebutan hypercube. Bila kita berada dalam alam 4D, kemungkinan gerak masih dimungkinkan ke atas/bawah, kanan/kiri, depan/belakang, dan tambahan kemampuan gerak keempat. Apa itu kemampuan gerak ke empat ? Apakah terakit dengan waktu yang didunia 3D bergerak maju, sedang di dimensi 4D tidak ? Sulit membayangkannya selagi belum ada pengalaman maupun data. 

Ilmu pengetahuan yang berkembang saaat ini memberikan celah memahami dunia berdimensi banyak. Kemunculan teori fisika superstring, rupa – rupa bentuk geometri platonic, nada – nada oktav music, getaran warna pelangi, seluruhnya melengkapi akal sehat untuk memahami dunia berdimensi banyak. Teori Superstring berdalil, seluruh materi di semesta ini dihubungkan dengan miniscule yang tak hingga, menggetarkann “dawai” (string) dengan energi yang hingga saat ini belum terungkap, bolak balik membentuk spiral dari satu titik. Semua dawai bergetar pada jarak yang sama, bolak – balik kembali pada titik awal. Banyaknya dawai yang berhubungan dan bersilangan di titik simpul tertentu menentukan banyaknya energi. 

Dua dawai bekerja bersama – sama memiliki energi yang lebih besar daripada satu dawai. Jika semua simpul dihubungkan, maka akan didapat objek 3D, tetapi bukan sembarang 3D biasa. Dengan garis – garis yang memiliki panjang yang sama, sudut yang sama, membentuk objek yang pas. Dikenal hanya ada lima yang pas dengan kriteria ini. Octahedron, Tetrahedron, Cube, Dodecahedron, dan Icosahedron. Karay perdana yang mencoba menjelaskan konsep dimensi extra ini muncul tahun 1884 dengan dipublikasikannya novel karya Edwin A. Abbott’s, Flat-land: A Romance of Many Dimensions. Kisahnya tentang upaya “segi empat” untuk menapaki dunia 3D. 

Sang tokoh berteman dengan kubus yang dengan bersemangat menceritakan dunianya dengan kebebasan gerak atas/bawah, kanan/kiri, depan/belakang. Sayang segi empat tak juga dapat memahaminya. Saat segi empat hendak beranjak dari dunia datar ke dunia ruang 3D, kubus melihat temannya makin lama makin memendek sampai akhirnya lenyap. 

Segi empat tak pernah bisa memaklumi dunia kubus kecuali, dia mengubah diri menjadi kubus pula. Dimensi Para Malaikat Tahun 1919, matematikawan Polandia Theodor Kaluza mengusulkan bahwa dengan adanya dimensi 4 maka mendorong terhubungkannya teori relativitas umum dan elektro magnetik. Ide ini kemudian disempurnakan oleh matematikawan Swedia, Oskar Klein., ruang tetap dalam dimensi mengembang maupun dimensi menggulung. Dimensi mengembang adalah tiga bagian dimensi yang kita kenal, dan dimensi menggulung ada di dalamnya dan dapat dibayangkan keberadaannya sebagai satu lingkaran. 

Hasil percobaan membuktikan ramalan Kaluza-Klein gagal menyatukan teori relativitas dan elektromagnetik. Akan tetapi beberapa dekade kemudian kemunculan teori superstring sangat terbantu dengan ide mereka bahkan amat bergantung padanya. Matematika digunakan dalam Superstring Theory dan memerlukan sedikitnya 10 dimesi. Akhirnya persamaan matematik superstring theory mulai memperlihatkan hasil, berhasil menyatukan formula relativitas umum dengan mekanika kuantum, menjelaskan kondisi partikel, gaya gabungan, dan seterusnya. Kaluza-Klein hanya memiliki 6 dimensi. 

Darimana superstring theory memperoleh sisa dimensi yang dibutuhkan ? Sebelum superstring theory muncul , dua matematikawan, Eugenio Calabi dari University of Pennsylvania dan Shing Tung Yau dari Harvard University, menjelaskan potongan geometrik yang membuat superstring theory amat terbantu. Jika bidang menggulung dari bentuk Calabi-Yau dipakai maka didapat 10 dimensi : 3 bagian ruang, tambah enam kepunyaan Calabi-Yau, dan ditambah satu dimensi waktu. Apabila teori superstring memang terbukti benar, gambaran dunia berdimensi 10 membutuhkan kesadara super untuk memahaminya. Akankah gambaran visual dunia 10 dimensi ini mampu dicerna akal manusia ? 

Sepertinya akan sulit kecuali makhluk dari dimensi 4 mengajak kita melompati dunia 3D, memasuki dunia mereka guna menyaksikan sendiri pemandangan dunia mereka. Kian hari kalangan astronom, fisika, dan matematik mesti terus menambah konstanta dalam formulasi rumus mereka yang di luar jangkauan indera. Energi gelap, anti materi, dan sejenisnya bermunculan guna menyeimbangkan hitungan matematika pola semesta. Sedemikian rupa sehingga muncullah asumsi bahwa dunia ini memang memiliki banyak wajah, dunia paralel.

David Deutsch, peneliti di the Departement of Astrophysics, Oxford, dan professor di the University of Texas, mengatakan :”Saya kira tepat untuk mengatakan ada begitu banyak, mungkin tak terbatas, jumlah alam semesta. Banyak di antaranya berbeda dengan dunia kita, tetapi sebagian mereka berbeda hanya beberapa menit, bahkan ada yang amat identik.” Dunia iptek kini makin dekat dengan persentuhan dunia gaib yang selama ini milik para Nabi dan tercatat dalam wahyu ilahi saja. 

Andaikan malaikat – termasuk juga jin – merupakan penghuni dimensi ke empat atau mungkin dimensi 10 maka menjadi masuk akal mengapa tak seorang pun, dengan kemampuan visual sekelas manusia, dapat menjangkaunya. Allah SWT menciptakan malaikat dari cahaya dan jin dari api. Material dari dimensi ekstra ? Sedangkan manusia terbuat dari saripati tanah, material khas dunia 3D.

Teori Segalanya, Pengejaran Panjang Sebuah Mimpi Febdian Rusydi (Rijkuniversiteit Groningen) PERNAHKAH Anda membayangkan satu kota memiliki dua aturan yang sama sekali berbeda? Tentu akan terjadi kekacauan dan kerancuan. Tapi percayakah Anda, itulah yang terjadi pada alam semesta kita. Ada dua aturan sangat berbeda untuk menjelaskan fenomena dalam alam semesta kita? Aturan itu adalah Teori Relativitas Umum Einstein dan Mekanika Kuantum. 

Teori Relativitas Umum menggambarkan alam semesta sebagai hubungan antara materi dan geometri ruang-waktu (spacetime). Materi membuat ruang-waktu melengkung (curved), dan ruang-waktu membuat materi bergerak (motion). Kombinasi geometri-materi inilah yang kita rasakan sebagai gravitasi. Teori Relativitas Umum menjelaskan interaksi pada skala makro atau tingkat kasat mata, misalnya peredaran planet, bintang, dan galaksi Ketika kita mencoba memahami alam semesta pada ukuran mikro atau tingkat partikel, maka kita harus memakai Mekanika Kuantum. Mekanika Kuantum mendeskripsikan alam semesta sebagai superposisi dari berbagai kemungkinan. Beberapa aturan umum pada skala makro dilanggar, seperti atas-bawah, simetri kanan-kiri, dan bahkan waktu sebelum atau sesudah. 

Masalahnya adalah kenapa harus ada dua aturan? Kenapa materi pada skala mikro berperilaku berbeda dengan materi pada skala makro? Walau demikian, berbeda dengan contoh kota yang kacau karena memiliki dua aturan berbeda, alam semesta tetap harmonis. Atas dasar pemikiran itulah, orang berpikir seharusnya ada satu teori umum yang mampu menjelaskan kedua hal tersebut. Ide penyatuan teori Sebelum kita masuk pada ide "Penyatuan Teori", ada baiknya kita mengenal dulu interaksi dasar yang mengatur alam semesta. Semua fenomena di alam semesta terjadi karena interaksi antarpartikel.

Ada empat interaksi dasar, yaitu elektromagnetik, lemah, kuat, dan gravitasi. Interaksi elektromagnetik menghasilkan listrik, magnet, dan cahaya. Interaksi lemah menyebabkan peluruhan radioaktif. Dan interaksi kuat mengikat proton-proton dan neutron-neutron dalam inti atom. Mekanika Kuantum dipakai untuk menjelaskan mekanisme tiga interaksi pertama ini. Interaksi terakhir, gravitasi, dijelaskan Teori Relativitas Umum. Adalah Albert Einstein yang pertama kali mencoba menggabungkan keempat interaksi tersebut dalam sebuah teori umum yaitu "Teori Segalanya" (Theory of Everything). 

Pertama, dia mencoba menggabungkan interaksi gravitasi dengan elektromagnetik, karena secara matematika kedua interaksi ini memiliki sifat sama yaitu berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Einstein menghabiskan lebih dari 30 tahun sisa hidupnya berkutat pada masalah ini, namun dia gagal. Mimpi Einstein tetap hidup. Idenya adalah alam semesta ini seharusnya bisa dijelaskan satu teori tunggal, yang berlaku baik pada dunia makro maupun mikro. Para ilmuwan dari berbagai kalangan terus memburu teori tunggal ini. Mereka percaya, teori ini adalah kunci utama memahami alam semesta sesungguhnya bekerja. Inilah isu utama di kalangan para fisika teoritis.

Sejauh ini, ada dua kandidat utama sebagai "Teori Segalanya", yaitu Model Baku (Standard Model), dan Teori Dawai (String Theory). Artikel ini memberikan gambaran singkat bagaimana dua teori ini menggapai "Teori Segalanya". Model baku "Model Baku" memiliki sejarah yang panjang. Ratusan fisikawan berkontribusi dan ribuan eksperimen terlibat untuk mencari sebuah model untuk menjelaskan semua fenomena. "Model Baku" pertama kali diperkenalkan trio Nobel Fisika 1979, Sheldom Glashow, Abdus Salam, dan Steven Weinberg. Disebut "Model Baku" karena teori penyusunnya didukung hasil eksperimen. 

"Model Baku" sejauh ini adalah pemodelan untuk menyatukan tiga interaksi dunia mikro. Ide utama "Model Baku" adalah menganggap partikel dasar pembentuk materi (quark dan lepton) adalah sebagai partikel titik. Partikel titik ini berinteraksi dengan partikel titik lain dan saling menukarkan sebuah partikel khusus yang disebut partikel pengantar interaksi (exchange particle). Satu partikel pengantar hanya bekerja khusus pada satu interaksi saja.

Para eksperimentalis sudah menemukan partikel pengantar untuk masing-masing interaksi. Foton untuk interaksi elektromagnetik, W dan Z untuk interaksi lemah, dan gluon untuk interaksi kuat. Satu partikel pengantar yang masih dalam prediksi teori adalah graviton untuk interaksi gravitasi. Penemuan partikel pengantar ini adalah kunci dari penggabungan teori. Alasannya, pada tingkat energi tertentu maka partikel pengantar pada masing-masing interaksi bersatu dan tidak bisa dibedakan. 

Glashow, Salam, dan Weinberg sudah berhasil membuktikan hal ini. Mereka menggabungkan interaksi elektromagnetik dan interaksi lemah dalam satu Teori Elektrolemah (Electroweak Theory). Tugas selanjutnya adalah menyatukan interaksi kuat bersama interaksi elektrolemah dalam satu teori, "Teori Unifikasi Agung" (Grand Unified Theory). 

"Teori Unifikasi Agung" bukanlah masalah gampang karena ada satu sarat yang model ini belum buktikan, yaitu partikel supersimetri. Partikel supersimetri adalah partikel bayangan dari partikel pengantar interaksi. Satu partikel pengantar interaksi memiliki satu partikel supersimetri. Kalau "Teori Unifikasi Agung" bisa tercapai, selanjutnya tugas yang tak kalah berat adalah mengawinkan dengan interaksi gravitasi dalam satu aturan: Kuantum-Gravitasi. Kendala selanjutnya adalah graviton yang belum ditemukan.
Saat ini "Model Baku" bekerja pada jalur utama fisika partikel dalam menguak rahasia alam semesta. Alasannya karena banyak prediksi teoretis dengan "Model Baku" terbukti secara eksperimental. Kini para eksperimentalis dari berbagai belahan dunia bekerja untuk membuktikan prediksi terbesar dari "Model Baku" ini, Teori Unifikasi Agung dan Kuantum-Gravitasi. 

Teori dawai Teori ini lahir tanpa sengaja pada akhir tahun 60-an, ketika Leonard Susskind dari Stanford University menguraikan persamaan matematika Gabriele Veneziano (Itali) untuk interaksi kuat. Susskind melihat, persamaan tersebut menjelaskan partikel titik dalam Model Baku (quark dan lepton) dan partikel pembawa interaksi memiliki struktur internal, yaitu dawai energi yang bergetar. 

Dawai tersebut berosilasi, merenggang dan merapat, memutar dan memuntir. Perbedaan frekuensi osilasi pada dawai akan memberikan karakter unik pada partikel tersebut, seperti massa (mass) dan muatan (charge). Ide Teori Dawai ini berkembang pesat di awal 80-an, setelah Michael Greene dan John Schwarz memperbaiki matematika Teori Dawai. Karya mereka menunjukkan, Teori Dawai mengarah pada penyatuan fenomena mikroskopik dan makroskopik. 

Fisika kita sekarang hanya sanggup untuk mengerti "Bagaimana alam bekerja", tapi tidak sanggup menjawab, "Kenapa alam bekerja seperti demikian". "Teori Segalanya" menjanjikan penyatuan semua fenomena alam dalam satu teori umum, memberi jawaban "kenapa alam bekerja demikian". Tidak hanya sampai di sana, misteri awal kelahiran alam semesta pun bisa dilacak. 

Kita sebenarnya adalah saksi sejarah pencarian intelektual "what is behind God's mind" tentang alam semesta ini. Akankah mimpi panjang Einstein ini akan berakhir pada suatu kesimpulan? Akankah "Teori Segalanya" menjadi akhir dari Fisika? Ataukah Tuhan sudah menyiapkan sesuatu di balik itu? Wallahu'alam. 

1.      Konsep Ruang-waktu dalam Teori Relativitas Umum.
Massa mempengaruhi bentuk kontur dimensi ruang-waktu, dan bentuk kontur dimensi ruang-waktu mempengaruhi massa untuk bergerak.
2.      Konsep Model Baku.
3.      Teori penyatuan interaksi fundamental dalam dalam skenario Dentuman Besar.
4.      Ide dasar Teori Dawai. Atom terdiri dari elektron dan inti.
Inti terdiri dari proton dan netron. Proton dan netron terdiri dari quark. Elektron dan quark terbuat dari STRING!
5.      Dimensi ke-5, 6, 7, 8, 9, dan 10. Seorang akrobat hanya bisa merasakan seutas tali yang dilewatinya sebagai 1 dimensi: bergerak maju-mundur. Namun seekor semut yang kecil bisa berjalan maju-mundur dan kiri-kanan (memutari tali). Jadi semut merasakan sesungguhnya tali tersebut 2 dimensi. Dimensi baru ini bisa dikembangkan sampai 6. Sehingga total dimensi kita adalah: 1 dimensi waktu + 3 dimensi ruang + 6 dimensi tambahan = 10 dimensi.

http://korankaren.blogspot.co.id/2012/03/dimensi-ke-4-menuju-dimensi-atas.html