Jumat, 06 Mei 2016

Alam Semesta Mengembang


"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Q.S. Adz-Dzaariyaat:47)

Pada kata "langit", yang dikatakan pada ayat Al-Qur'an ini, digunakan di banyak tempat dalam Al-Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Dengan kata lain, yang dikatakan dalam Al-Qur'an bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang", yang Alhamdulillah, para ilmuan modern masa kini membenarkan pernyataan Al-Qur'an.


Dulu, hingga awal pada abad ke-20, di dunia ilmu pengetahuan, menurut mereka pandangan satu-satunya pada umumnya bahwa alam semesta itu bersifat teta[ dan telah ada sejak dahulu kala tanpa ada asal mula atau permulaan. Akan tetapi, para peneliti, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan oleh para ilmuan dengan menggunakan teknologi modern ini, mengungkapkan bahwa sesungguhnya alam semesta itu memiliki permulaan dan ia (alam semesta) terus-menerus mengembang.

Seorang ahli fisikawan Rusia, Alexander Friendmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, awal abad ke-20 menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Hal ini kebenarannya telah dibuktikan dan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, ketika mengamati langit, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus menerus bergerak saling menjauhi. Jadi, sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak saling menjauhi satu sama lain yang, artinya bahwa alam semesta itu secara terus-menerus berkembang. Semakin lama pengamatan yang ia lakukan, pada tahun-tahun berikutnya ia mendapatkan sebuah fakta bahwa alam semesta memang terus mengembang.

http://articles-by-me.blogspot.co.id/2014/07/pengetahuan-al-quran-dalam-bidang.html

Pemisahan Langit dan Bumi


Mari kita telaah baik-baik mengenai ayat Al-Qur'an yang sudah diterjemahkan dibawah ini :

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Q.S. Al-Anbiyaa:30)

Penjelasan mengenai ayat Al-Qur'an pada surat Al-Anbiyaa ayat 30 yaitu, bahwa kata "ratq" diterjemahkan (suatu yang padu), dugunakan merujuk pada dua zat yang berbeda, membentuk suatu kesatuan. Pada kalimat (Kami pisahkan antara keduanya) yaitu adalah terjemahan kata Arab "fataq" yang bermakna sesuatu yang meuncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari kata "ratq". Jadi pada ayat tersebut bahwa langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq", keduanya lalu dipisahkan "fataqa" satu sama lain.


Ketika mengingat kembali tahap awal yang dijelaskan di atas mengenai peristiwa teori Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi keseluruh materi yang ada di alam semesta, dengan kata lain segala sesuatu juga termasuk langit dan bumi pada saat itu keduanya belumlah tercipta, dan yang terkandung dalam titik tunggal masih keadaan "ratq". Titik Tunggal ini meledak sangat hebat (besar) sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk kata "fataqa" artinya (terpisah), serta dalam rangkaian peristiwa itu bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk. Jika kita bandingkan pada penjelasan ayat Al-Qur'an dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar sesuai. Dan yang lebih menarik lagi, penemuan-penemuan pada teori ini belum ditemukan sebelumnya pada abad ke-20.


http://articles-by-me.blogspot.co.id/2014/07/pengetahuan-al-quran-dalam-bidang.html

Kamis, 05 Mei 2016

Penciptaan Alam Semesta




أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
Maksudnya: "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya' : 30)

Ayat ini menjelaskan mengenai dua perkara penting. Pertama, mengenai asal-usul kejadian langit dan bumi yang pada asalnya bercantum padu sebelum dipisahkan antara kedua-duanya. Kedua, dijelaskan mengenai hakikat kehidupan air adalah asas bagi segala kehidupan.

Terdapat dua perkataan dala ayat ini, Ratqa dan Fataq. Ratqa berasal dari perkataan arab rataqa yang bermaksud sew up, ditampal dan dijahit. Ia melambangkan sesuatu yang terhimpun, melekat dan menguncup. Fataq pula berasal daripada bahasa arab fataqa yang bermaksud unsew, tear apart iaitu dibuka atau dibelah. Ini melambangkan sesuatu yang terbuka dan terungkai.

Berhubung dengan ayat ini, Imam Said bin Jubair berkata, "Langit dan bumi sebelum ini melekat antara satu sama lain. Apabila langit ditinggikan dan dengan itu zahirlah bumi maka berlakulah pemisahan dan itulah yang dijelaskan oleh Allah dalm ayat ini."

Kebenaran ayat Allah ini dibuktikan melalui Teori Big Bang, teori yang menjadi pegangan umum oleh para saintis mengenai permulaan alam semesta pada hari ini. Berdasarkan laporan yang terdapat dalam laman web NASA, dalam segmen Big Bang Cosmology, kejadian alam bermula 12 hingga 14 bilion tahun dahulu. Alam pada masa itu hanya berukuran beberapa meter sahaja. Sejak dari tarikh itu, ia sudah mengembang sehingga menjadi seperti yang dilihat pada hari ini.

Mengikut teori Big Bang, alam ini pada asalnya bercantum padu kemudian berlaku suatu letupan yang kuat,sekitar 12 hingga 14 bilion tahun dahulu. Kemudian berlaku pengembangan dan penyejukan, akhirnya lahir bintang-bintang, palnet-planet, galaksi dan yang seumpamanya.

Pada tahun 1929, seorang tokoh astronomi dari Amerika, Edwin Hubble, menemui bukti-bukti kukuh yang menyokong teori Big Bang. Dengan menggunakan peralatan canggih, beliau mendapati alam ini sedang mengembang. Penemuan ini mengukuhkan lagi pendapat yang menyatakan alam ini bercantum pada asalnya diikuti dengan letupan besar, ekoran dari letupan itulah yang menyebabkan pengembangan ini.

Justeru, kenyataan Al-Quran berhubung teori permulaan alam sememangnya saintifik. Antara pakar yang kagum dengan ayat ini adalah Dr. Alfred Kroner.seorang proffesor dalam bidang sains geologi. Berhubung dengan ayat ini, beliau berkata:" Melihat asal-usul Muhammad, saya rasa hampir mustahil untuk beliau mengetahui langit dan bumi mempunyai asal-usul yang sama. Hal ini kerana ilmu mengenainya baru diketahui beberapa tahun baru-baru ini, itupun dengan menggunakan alat-alat yang canggih. Seseorang yang tidak mengetahui ilmu fizik nuklear 1400 tahun dahulu saya rasa,tidak akan mampun mengetahui tentang hal ini."

Akhirnya beliau berkata, "Apabila kita menghimpunkan kesemua kenyataan Quran berkaitan dengan bumi dna kejadiannya, dan bila kita kaitkannya dengan sains, maka kita akan menyatakan kenyataan (Al-Quran) secara dasarnya adalah benar. Hal ini dapat dibuktikan dengan kaedah pendekatan saintifik."

Sumber: Quran Saintifik, Meneroka kecemerlangan Quran Daripada Teropong Sains,  Dr. Danial Zainal Abidin
http://iffah-muhsin.blogspot.co.id/2011/02/maksudnya-dan-apakah-orang-orang-yang.html

Relativitas Waktu


Teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20 baru terbukti di Zaman ini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah dengan peralatan canggih & modern abad 20. Namun, semua ini ternyata sudah ditulis oleh Qur’an 1400 tahun yang lalu disaat zaman masih sangat kuno, bukti bahwa Qur’an bukan karangan Rasulullah Muhammad SAW, tapi memang benar firman dari Allah Pencipta Alam Semesta.


RELATIVITAS WAKTU DALAM QUR’AN




السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم. لا إله إلا الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد


Zaman ini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20.


Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas.


Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.


Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:


Qs. 22 Hajj:47 “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.”


Qs. 32 Sajdah:5 “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”


Qs. 70 Ma’aarij:4 “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”


Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:


Qs. 23 Mu’minuun:122-114 “Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.”


1 Contoh mudah: di kutub utara malam boleh berlaku selama berbulan-bulan, siang hari pun boleh berlaku berbulan-bulan. Jika kita pergi ke luar angkasa pun jauh dari planet & bintang maka tak ada hari kerana selalu siang tanpa ada malam.


Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci.


Sebaliknya, dalam alkitab tetangga, justru malah berkata sebaliknya, bahwa waktu-waktu atau masa-masa itu tetap.
Dan ditambah ada 1 ayat yg lucu dalam ayat yang bersangkutan.
Matahari belum lagi dibuat, tapi sudah ada siang & malam.
Pada hari pertama sudah ada terang & gelap, padahal matahari baru dibuat pada hari ke 4.


Kejadian 1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.


Kejadian 1:14. Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan MASA-MASA YANG TETAP dan hari-hari dan tahun-tahu
n,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.


Dari ayat ke 14 pun alkitab menerangkan jika WAKTU ITU TETAP , ini bertentangan dengan bukti ilmiah. Mungkinkah Tuhan salah ber-firman? Jelas ayat yang keliru ini telah dirubah oleh manusia karena tidak mungkin Tuhan salah berfirman. Dan ini berarti kitab tetangga itu sudah tidak suci lagi karena tercampuri tangan-tangan kotor manusia. Perlu diingat bahwa kesalahan alkitab Kristen ini tidak hanya 100 atau 200, tapi ribuan!!!


1 lagi bukti… Islam,,, TERBUKTI BENAR…
Qs.4 Nisaa’:82. MAKA APAKAH MEREKA TIDAK MEMPERHATIKAN AL-QUR’AN? KALAU SEKIRANYA AL-QURAN ITU BUKAN DARI SISI ALLAH, TENTULAH MEREKA MENDAPAT PERTENTANGAN YANG BANYAK DIDALAMNYA.


Klik pada gambar agar gambar lebih besar saat copy paste untuk disebarkan … ^_^
Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.
25 Juta Muslim menjadi Murtad Kafir antara tahun 1950-2004 berdasar 3 sumber resmi: Pemerintah Demokrasi, Pihak Islam & Pihak Kristen dengan sedikit perbedaan jumlah…

http://anggaprimadilaga.blog.com/?p=41

Rabu, 04 Mei 2016

Gugusan-gugusan bintang


Allah berfirman:
Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang” (Al-Furqan:61).
Kata (buruj/gugusan bintang) memperlihatkan kepada kita akan  keajaiban hakiki dalam Al-Quran akan fakta ilmiah yang dibanggakan oleh Barat dewasa ini dengan menyatakan bahwa mereka adalah orang yang pertama kali menemukan itu yaitu struktur kosmik.
Yang menakjubkan lagi adalah bahwa para ilmuwan Barat saat ini mulai membuat istilah-istilah baru seperti struktur kosmik, bangunan kosmik dan kain kosmik, karena mereka merasa menemukan bahwa galaksi yang banyak yang berjumlah ribuan juta dan mengisi alam semesta tidak terjadi secara acak, namun ia merupakan bangunan yang kokoh dan galaksi besar, yang panjangnya mencapai ratusan juta tahun cahaya! Karena kata (gugusan bintang) di dalamnya terdapat isyarat akan bangunan yang agung, kokoh dan besar bentuknya, dan inilah yang kita lihat sesungguhnya pada galaksi kosmik yang terdiri dari jutaan galaksi, dan masing-masing galaksi dari galaksi-galaksi tersebut terdiri dari miliaran bintang!! Karena itu renungkanlah akan keagungan Sang Pencipta dan Maha Kuasa ini.

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54

Ditaklukkannya Matahari


Para ilmuwan Sekiranya manusia memiliki kemampuan untuk mendapatkan manfaat dari seluruh energi yang dipancarkan oleh matahari selama satu detik saja, maka energi ini akan cukup untuk mensuplai energi seluruh dunia untuk jangka waktu seratus ribu tahun lamanya! Karena itu marilah kita renungkan berapa banyak energi yang dipancarkan oleh matahari dan berapa banyak kemajuan dari dihasilkan dari layanan gratis Allah untuk kita semua. Sungguh benar akan firman-Nya:
وَسَخَّرَ الشَّمْسَ
Dan Dialah Allah yang telah menaklukkan matahari”. (Ar-Ra’ad:2)
Makna dari ditaklukkan secara bahasa adalah menanggung segala beban tanpa meminta upah sedikitpun, dan inilah yang dilakukan terhadap matahari, karena itu apakah kita ingat akan nikmat Allah ini?

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54

Selasa, 03 Mei 2016

Jatuhnya Langit



Para ilmuwan menegaskan kemungkinan jatuhnya lapisan ozon ke Bumi oleh arena bebannya yang sangat berat, namun ada hukum sangat detail sekali untuk mempertahankan lapisan tersebut, dan jika undang-undang ini dirusak dan diabaikan maka mengarah pada tarikan lapisan yang terdiri dari udara dan awan yang berat  yang mencapai miliaran ton ke permukaan bumi dan berakibat pada kematian makhluk hidup untuk selamanya. Dan nikmat ini telah diingatkan oleh Al-Qur'an dalam firman Allah:
وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia”. (Al-Hajj: 65). Subhanallah..

http://kaheel7.com/id/index.php?option=com_content&view=article&id=172:rahasia-alam-semesta-dan-ruang-angkasa-1&catid=35:astronomi-a-ruang-angkasa&Itemid=54